Cari Blog Ini

Jumat, 30 November 2012

KASIH IBU

Pada postingan kali ini saya ingin menulis
tentang Ibu, karena tidak tahu kenapa
beberapa hari ini saya sering bermimpi
bertemu Ibu saya. Tidak ada kata terucap,
tidak ada belaian, hanya sebuah
senyuman yang seolah mengandung
banyak makna.
. Sehingga terkadang ada rasa rindu
yang mendalam setiap saya melihat orang
yang kemana-mana masih bersama
ibunya. Saya selalu membayangkan
bahwa orang itu adalah saya yang
berjalan dengan ibbu saya. Namun saya
juga merasa tidak habis pikir ketika melihat
seorang anak yang mengumpat ibunya,
tidak peduli meski itu dilakukan di depan
umum.
Dalam hati saya cuma bisa berucap,
"kamu tidak tahu bagaimana rasanya jika
ibumu meninggalkanmu, ketika ajal telah
menjemputnya". Sungguh tiada kasih
yang lebih mulia dan tanpa pamrih, selain
kasih seorang ibu kepada anaknya.
Seorang ibu takkan merelakan dirinya
menyabung nyawa saat melahirkan kita,
jika dia tidak punya harapan besar untuk
memberikan yang terbaik buat kita.
Saat Ibu menelpon, percayalah dia selalu
ingin tau hanya sedikit saja apa yang
terjadi padamu. Janganlah kamu merasa
risih.
Saat Ibu terdiam, percayalah kamu adalah
orang yang slalu ingin dia dengar.
Saat Ibu tidak pernah membantah,
percayalah kamu adalah cintanya.
Saat Ibu berkata “Ibu baik-baik saja”
percayalah ada rahasia yang tersimpan
didalam hatinya, bantulah dia.
Saat kamu merebahkan kepala ke
bahunya, percayalah dia adalah sebuah
sarang hangat yang mampu
menghilangkan kedinginan
Saat kamu terjatuh, percayalah kedua
tangannya akan menyambutmu tak
perduli pada badai sekalipun.
Saat kamu lapar, haus, percayalah orang
yang pertama sibuk di dapur menyiapkan
sgala sesuatu untukmu adalah Ibu
Saat Ibu bilang “Rindu sekali denganmu
Nak” percayalah, langit pun tak akan
mampu menjadi batas rindunya
kepadamu.
Saat Ibu menasehati kamu, percayalah itu
kata mutiara yang tak akan pernah
didapatkan oleh orang lain selain kamu.
Saat Ibu memarahi kamu, percayalah
semua itu untuk mendidik kamu supaya
kamu bisa menjadi diri apa yang kamu
inginkan.
Saat Ibu meminta kamu menemaninya,
percayalah, kamu adalah orang yang
mampu membuat dia merasa nyaman
kemanapun berlangkah. Janganlah malu
untuk menemaninya kemanapun.
Saat Ibu berkata “tidak” untuk menunaikan
sesuatu permintaan dari kamu, percayalah
pada ahirnya akan kamu mendapatkan
apa yang kamu inginkan hingga waktunya
nanti.
Saat kamu tersungkur karena sebuah
batu, percayalah Ibumu yang akan
menantang musim agar bisa meraih dan
memelukmu kembali.
Dan biru langit tak akan mampu menjadi
pembatas sebagai tingginya rasa hormat
untuknya serta pada biru laut pun tak akan
mampu menampung jutaan pujian yang
terharuskan untuk Ibumu.
Kelak, tak ada paling rindu selain dirinya
dan tak ada paling luka selain airmatanya.
Jika saat ini ibumu masih bisa
menemanimu, lakukanlah yang terbaik
yang bisa kamu lakukan untuk sekedar
memberi kebahagiaan sebagai balas
jasanya kepada kita